No icon

Meski Terjadi Insiden, Pelantikan Pengurus DPC Dan DPD PDIP Malut Berjalan Lancar

TVCom, Ternate- Kericuhan sesama kaders mewarnai Konferensi Daerah dan Konferensi Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Ternate, Propinsi Maluku Utara, Senin (01/ 07/ 2019). Sesama kaders partai terlibat bakupukul dari dalam ruangan konferensi hingga keluar ruangan. Kericuhan itu dipicu, karena sejumlah kaders tak terima nama mereka tidak diakomodir dalam rekomendasi struktur kepengurusan di tingkat kabupaten.

Suasana kericuhan sesama kaders yang terjadi didalam ruangan Gamalama Balroom Grand Dafam Hotel, di Kelurahan Jati, Kota Ternate Selatan, sekitar pukul 15.30 Wit.

Sesama kaders partai terlibat adu mulut dan saling dorong yang berakhir dengan bakupukul didalam ruangan konferensi hingga keluar ruangan. Insiden itu, membuat suasana konferensi sempat terhenti dan langsung diskorsing. Beruntung kericuhan sesama kaders partai tersebut, tidak berlangsung lama, karena sejumlah petugas keamanan partai langsung megamankan para kaders yang terlibat dalam aksi kericuhan itu dan dikeluarkan dari ruangan.

Kericuhan dipicu oleh sejumlah kaders partai tak terima dan memprotes nama mereka tak masuk dalam struktur kepengurusan DPC, saat proses pembacaan susunan kepengurusan ditingkat DPC Kabupaten Halmahera Barat, yang dinahkodai oleh Danny Missy, yang merupakan Bupati Halbar aktif. Aksi protes pun langsung berubah menjadi kericuhan sesama kaders partai PDIP.

Meski telah terjadi kericuhan, namun, Konferensi Daerah dan Konferensi Cabang PDIP tetap dilanjutkan dengan pelantikan dan diambil sumpah serta janji kepada 9 Pengurus DPC yang telah terbentuk, mines DPC Halbar, serta pengurus DPD PDIP Malut.

Ketua DPD PDIP Malut terpilih, Muhammad Senen, menjelaskan, dirinya menyayangkan sikap dari oknum-oknum kaders yang sengaja mengganggu jalannya proses Konferda dan Konferscab. Seharusnya, sebagai kaders, menerima dan tunduk kepada apa yang menjadi keputusan tertinggi partai.

“Dalam waktu dekat akan dilakukan rapat perdana dan memberikan ketegasan kepada seluruh pengurus dan kaders Partai PDIP, demi mencapai target pada Pilkada serentak tahun 2020 mendatang yang berlangsung di 8 Kabupaten dan Kota yang ada di Malut”, tegas Muhammad.

Sementara itu, Ketua Bidang Kehormatan DPP Partai PDIP, Komarudin Watubun, menilai, kericuhan yang terjadi merupakan hal biasa dalam berorganisasi kepartaian.

“Sejumlah nama kaders yang tidak terakomodir didalam struktur kepengurusan DPC PDIP Kabupaten Halbar, merupakan langkah evaluasi kinerja diinternal yang telah kami lakukan”, terang Komarudin. (DS)

Comment As:

Comment (0)