No icon

Tiga Penambang Nikel Tewas Tertimbun Longsor

TVCom, Weda- Insiden kemanusiaan terjadi di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara (Malut), Minggu (10/ 3) dini hari sekitar pukul 03.00 wit. Sebanyak 3 orang penambang nikel perusahan PT. Bakti  Pertiwi Nusantara (BPN), yang berlokasi di Desa Fritu, Kecamatan Weda Utara, dikabarkan tewas tertimbun tanah longsor. Satu penambang lainnya selamat dan hanya mengalami luka ringan serta kurang lebih 10 alat berat rusak tertimbun tanah longsor

Kedua korban meninggal yang saat kejadian langsung dievakuasi penambang lainnya, yakni, Anto Pipa warga Desa Waleh Kecamatan Weda Timur dan Yusuf Lini warga Toraja Provinsi Sulawesi Tengah. Keduanya telah diserahkan ke pihak keluarga mereka masing-masing untuk dimakamkan. Sedangkan korban selamat, yakni, Novian asal Kota Manado mengalami luka ringan dibagian kaki.

Sementara, 1 korban lainnya, yakni, Bayu Hendra, warga Desa Fritu Kecamatan Weda Utara yang tertimbun longsor, berhasil ditemukan, Minggu (10/ 3) sekitar pukul 08.00 Wit, setelah melewati proses pencarian menggunakan alat berat oleh tim gabungan dari pihak perusahan dan polisi kurang lebih 5 jam dan telah diserahkan ke pihak keluarga untuk dikebumikan.

Keluarga para korban yang mengetahui insiden tersebut, langsung mendatangi lokasi kejadian dan menangis histeris.

Menurut saksi mata yang merupakan salah satu korban selamat dari insiden itu, Novian, menuturkan, sebelum peristiwa longsor terjadi, dirinya bersama 3 rekannya sedang melakukan proses pengerukan material tanah (biji nikel/ or) tepat di Kilo Meter (KM) 15 puncak Gunung Moro-moro, pada Minggu (10/ 3) sekitar pukul 03.00 Wit dini hari.

“Saat aktivitas sedang berlangsung, tiba-tiba terdengar bunyian pergeseran tanah dari bekas pengerukan bertebing, sehingga kami tak sempat menyelamatkan diri”, tutur Novian.

Bagian Managemen PT. Bakti Pertiwi Nusantara (BPN), Bahri menjelaskan, dengan adanya insiden yang menimpa karyawan mereka, pihak perusahan akan bertanggung jawab sepenuhnya.

“Kami selaku pihak perusahan akan bertanggungjawab sepenuhnya atas kejadian yang menimpa karyawan kami”, ungkap Bahri.  

Sementara itu, Kapolres Kabupaten Halteng, AKBP Andri Haryanto membenarkan adanya insiden tersebut, dan telah menrjunkan tim untuk melakukan penyelidikan terkait dengan insiden longsor yang terjadi. Polisi juga telah memasang garis police line dilokasi kejadian.

“Dengan insiden longsor ini, saya sudah turunkan anggota untuk penyelidikan lanjutan. Kami juga sudah pasang garis police lina”, terang Andri haryanto. (DS)

Comment As:

Comment (0)