No icon

Peduli Sampah, PT. Harita Nikel Soft Launching Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu

TVCom, Halsel- Harita Nickle Division merangkul masyarakat Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera, Provinsi Maluku Utara dalam menyelesaikan masalah sampah. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk soft launching sistem pengelolaan sampah terpadu yang berlangsung pada Sabtu (04/ 5/2019). 

Kegiatan yang digagas oleh Divisi Corporate Social Responsibility (CSR) ini, diharapkan menjadi solusi atas penumpukan sampah di Desa Kawasi yang selama ini sering menimbulkan masalah, terutama dari segi kesehatan. 

Program ini berawal dari kepedulian Harita Nickle Division yang melihat banyaknya sampah di Desa Kawasi. Dari desa yang dihuni sekitar 400 kepala keluarga ini, sampah yang dihasilkan per harinya bisa mencapai 2 ton. Banyak masyarakat di Desa Kawasi yang membuang sampah mereka begitu saja di sungai, laut, maupun di sudut-sudut desa. Meski ada sebagian masyarakat yang membakar sampah mereka, tetapi hal itu belum optimal dalam melenyapkan tumpukan sampah.

Sampah yang dibuang secara sembarang itu kemudian menimbulkan persoalan. Aliran sungai menjadi tercemar dan sampah yang berserakan juga merusak keindahan pantai Desa Kawasi. Sementara itu, masyarakat banyak melakukan aktivitas di sekitar laut dan pantai seperti mencari ikan dan hilir-mudik transportasi antarpulau. Gangguan kesehatan juga muncul dari sampah yang menumpuk. Banyak jentik nyamuk dan bakteri yang tumbuh subur di tumpukan sampah tersebut dan mengancam kesehatan masyarakat.

Merespons kondisi tersebut, CSR Harita Nickle Division memiliki konsep penyelesaian masalah sampah dari hulu ke hilir. Adapun tiga langkah yang terdapat dalam konsep tersebut adalah meminimalkan timbulnya sampah (reduce), melakukan pengolahan sampah (recycle), serta memilah sampah yang masih bisa dimanfaatkan kembali (reuse). Harita Nickle Division menggandeng masyarakat dalam menjalankan program ini demi terwujudnya lingkungan hidup yang bersih dan nyaman bagi setiap orang.

Setidaknya ada dua produk olahan sampah dari penanganan terpadu ini. Pertama, sampah organik dapat diolah menjadi kompos dengan menggunakan mesin pencacah dan mesin rotary kiln komposter. Kedua, sampah anorganik jenis plastik akan diproses menjadi biji plastik yang dapat memiliki nilai jual. Dengan konsep tersebut, akan terjadi penurunan timbunan sampah hingga 85% sehingga sampah yang dibuang di tempat pembuangan akhir (TPA) hanya sekitar 15%. 

Dea Maulana Yusuf selaku Superintendent Community Development CSR mengatakan, program ini bertujuan menciptakan Desa Kawasi bebas sampah pada tahun 2019. 

“Kita selesaikan masalah sampah ini bersama agar tidak mengganggu lingkungan kita,” ujar Dea yang juga merupakan penanggung jawab kegiatan.

Oleh karenanya, lanjut Dea, program ini tidak mungkin diselesaikan jika pihak perusahaan dan masyarakat berjalan sendiri-sendiri.

Mewakili pemerintah desa, Kepala Urusan Kemasyarakatan Desa Kawasi, Ledrik Langkody mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan CSR Harita Nickle Division ini. Menurutnya, hal ini mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah.

“Ini program yang baik bagi masyarakat. Kegiatan ini bisa memperbaiki lingkungan dan juga kesehatan masyarakat,” jelasnya. 

Ia pun siap melibatkan masyarakat secara intens dalam mendukung program pengelolaan sampah ini. 

Selain Ledrik, Ketua Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Kawasi Ida Nurdin juga mengacungkan jempol terhadap program ini. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang bingung dalam membuang dan mengelola sampah rumah tangga mereka selama ini. Akhirnya, sebagian masyarakat awam lebih memilih membuang sampah mereka secara sembarang. 

“Terlebih lagi dengan sudah tersedianya tong sampah berwarna yang disesuaikan dengan jenis sampah, masyarakat semakin mudah dalam membuang sampah,” ungkapnya. 

Pada soft launching ini, tim CSR memang membagikan peralatan kebersihan berupa sapu dan tong sampah berwarna. Tong sampah tersebut diperuntukkan bagi jenis sampah yang berbeda: warna hijau bagi sampah organik, warna kuning bagi sampah anorganik, serta warna merah bagi sampah logam dan bahan berpotensi berbahaya (B3). Adapun tiga jenis tong sampah tersebut disebar di 80 titik di Desa Kawasi. 

Selain membagikan peralatan kebersihan, dalam acara ini juga diselenggarakan kerja bakti di pesisir pantai Desa Kawasi. Pihak perusahaan, pemerintah desa serta masyarakat bahu-membahu membersihkan sampah yang berserakan. Dari kegiatan yang berlangsung selama setengah jam itu, terkumpul sekitar 139 kilogram sampah yang berupa campuran jenis organik dan anorganik. 

Kegiatan soft launching ini menandai dimulainya komitmen bersama antara pihak perusahaan, pemerintah desa dan masyarakat dalam menanggulangi masalah sampah di Desa Kawasi. Untuk sementara ini, sosialisasi akan terus digalakkan untuk menimbulkan kesadaran dalam pengelolaan sampah yang baik. Sambil berjalannya waktu, tempat pembuangan akhir (TPA) milik Harita Nickle Division terus dibangun secara optimal, termasuk pelengkapan mesin-mesin pengolah sampah yang representatif. Semua itu demi terciptanya Desa Kawasi yang bersih, sehat dan nyaman dihuni. Kegiatan soft launching kali ini pun ditutup dengan foto bersama dan pembagian doorprize kepada peserta. (DS)

Comment As:

Comment (0)